Realisasi Satuan Kredit Semester (sks) ?

Oleh Khamdan Nuryanto

Satuan kredit semester atau yang lebih dikenal dengan sks sudah diketahui oleh mahasiswa. Namun, mungkin ketika ditanya apa kepanjangan dari sks masih ada saja mahasiswa yang keliru atau bahkan tidak tahu. Namun, bukan masalah kepanjangan dari sks yang akan dibahas pada tulisan ini, melainkan sejauh mana realisasinya sampai saat ini.

Diseluruh perguruan tinggi di Indonesia tentu menggunakan sistem sks sebagai satuan beban studi mahasiswanya. Namun sepertinya tidak ada satupun perguruan tinggi yang benar-benar merealisasikan makna dari satu sks dalam perkuliahan.

Satu sks seperti yang tertulis pada Peraturan Rektor (Perak) merupakan takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan per minggu sebanyak 50 menit tatap muka terjadwal (perkuliahan), 60 menit kegiatan terstruktur dan 60 menit kegiatan mandiri, atau 100 menit praktikum, atau 240 menit kerja lapangan. Setelah mengingat kembali pengertian dari satu sks, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa kegiatan perkuliahan selama ini tidak sesuai dengan seharusnya. Dengan kata lain realisasi satuan kredit semester (sks) masih sangat kurang.

Perkuliahan

Pertama yang akan ditinjau adalah kegiatan perminggu sebanyak 50 menit tatap muka terjadwal (perkuliahan). Dalam mata kuliah yang ada di perkuliahan terdapat beban yang berbeda-beda, mulai dari satu sks, dua sks, tiga sks, hingga enam sks untuk tugas akhir atau skripsi. Jika dirata-ratakan jumlah mata kuliah dengan  sks yang paling banyak adalah tiga sks. Tiga sks itu berarti 50 menit dikali tiga atau sama dengan 150 menit atau 2 jam 30 menit perkuliahan. Dua jam 30 menit adalah waktu yang cukup lama untuk perkuliahan yang masih mengutamakan dosen sebagai pemberi pelajaran satu arah. Oleh karena itu banyak terjadi pengurangan waktu perkuliahan. Mulai dari pengurangan 30 menit hingga 60 menit. Dosen yang seharusnya menjalankan perkuliahan selama 2 jam 30 menit sering kali hanya memberikan perkuliahan selama 2 jam. Hal ini sudah jelas membuat realisasi dari satu sks masih sangat kurang.

Berikutnya ditinjau mengenai pengertian satu sks yang artinya 60 menit kegiatan terstruktur. Tidak banyak yang tahu apa sebenarnya makna dari 60 menit kegiatan terstruktur. Oleh karena itu wajar bahwa pada pengertian ini realisasi dari satu sks sangatlah kurang.

Ketiga adalah 60 menit kegiatan mandiri. Jika seorang dosen memberikan tugas kepada mahasiswanya maka rata-rata mahasiswa mengerjakan tugas tersebut dalam waktu 2-3 jam sehingga seharusnya jika seluruh dosen memberikan tugas kepada mahasiswanya makan 60 menit kegiatan mandiri dapat terpenuhi. Namun, tidak semua dosen memberikan tugas kepada mahasiswanya bahkan hanya sebagian kecil saja yang memberikan tugas.

Tidak hanya dengan memberikan tugas kepada mahasiswanya waktu 60 menit kegiatan mandiri dapat dilaksanakan. Dosen biasanya berpikiran positif bahwa mahasiswanya akan mengulangi pelajaran yang diberikan atau mencari referensi lain diluar kegiatan perkuliahan. Namun apa yang dipikirkan oleh dosen tidak sepenuhnya berhasil. Lebih banyak mahasiswa yang menutup buku perkuliahan dan membukannya kembali saat perkuliahan minggu depan tiba. Ini artinya waktu 60 menit kegiatan mandiri sama sekali tidak terlaksana.

Praktikum

Berbeda jurusan tentu berbeda pula praktikumnya. Misalnya mahasiswa jurusan matematika melakukan praktikum di laboratorium komputasi, mahasiswa kimia di laboratorium kimia, dan lainnya. Walaupun berbeda tempat dan kegiatan namun ada kesamaan pada hal praktikum, yaitu beban satu sks untuk praktikum adalah 100 menit. Jadi jika terdapat mata kuliah praktikum dengan bobot satu sks itu sama dengan 100 menit kegiatan praktikum.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan praktikum justru membutuhkan waktu yang lebih banyak dari yang dialokasikan. Misalkan saja satu sks yang seharusnya adalah 100 menit praktikum bisa dijadikan 120 menit. Selain itu laporan praktikum yang harus diselesaikan mahasiswa setelah melakukan praktikum juga membutuhkan waktu yang sangat banyak. Dengan kata lain realisasi untuk 100 menit praktikum sudah terpenuhi dengan baik

Kerja Lapangan

Yang terakhir satu sks adalah sama dengan 240 menit kerja lapangan. Kuliah kerja nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk penerapan satu sks sama dengan 240 menit kerja lapangan. KKN yang memiliki beban tiga sks itu berarti sama dengan 288 jam. 288 jam diperoleh dari tiga sks dikalikan dengan 240 menit yaitu 720 menit atau 12 jam dalam satu minggu. Sementara dalam satu semester terdapat 24 pertemuan, oleh karena itu 12 jam akan dikalikan dengan 24 menjadi 288 jam. Karena tidak mungkin mahasiswa melakukan kegiatan selama 24 jam, maka kegiatan KKN dilakukan dalam waktu 35 hari sehingga rata-rata jumlah jam kegiatan setiap hari adalah 9 jam. Pada pelaksanaannya 240 menit kegiatan lapangan sudah terealisasi dengan baik.

Bagaimana seharusnya?

Perkuliahan, praktikum, dan kerja lapangan. Ternyata yang paling tidak terealisai dengan baik adalah pada perkuliahan. Ketika mahasiswa dan dosen dituntut untuk mengikuti aturan yang sudah ditetapkan, maka ini merupakan beban yang sangat berat. Sebagai contoh seorang mahasiswa yang mengambil beban 24 sks dalam satu semester, ini berarti mahasiswa tersebut harus melakukan perkuliahan selama 24×50 menit = 1200 menit atau 20 jam, melakukan kegiatan mandiri 24×60 menit = 24 jam, kegitan terstruktur 24x60menit = 24 jam dalam satu minggu. Sehingga mahasiswa tersebut dalam satu minggu harus menjalani 64 jam kegiatan perkuliahan, mandiri dan terstruktur. Jika dibagi dalam 5 hari aktif, maka dalam satu hari mahasiswa tersebut harus memberikan waktunya lebih dari 10 jam untuk kegiatan perkuliahan, mandiri dan terstruktur. Bagaimana dengan kegiatan pribadi lainnya seperti tidur dan yang lain? Jelas ini merupakan beban yang sangat berat bagi mahasiswa.

Yang paling tidak terealisasi dengan baik adalah kegiatan terstruktur yang memiliki beban waktu yang lebih baik. Apakah seharusnya pengertian tentang sks diubah atau mahasiswa dan dosen yang harus mengikuti dengan beban yang berat atau dibiarkan saja menjadi sebuah pelanggaran aturan yang jelas adanya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: