ANGKUTAN UMUM SEBAGAI SOLUSI KEMACETAN DI INDONESIA DEMI MENINGKATAN ANGKA KESELAMATAN DI JALAN

Kemacetan sudah menjadi hal yang biasa di Indonesia, khususnya di Ibu Kota Jakarta. Kemacetan menjadi permasalah yang sampai saat ini belum menemui solusi terbaik. Penyebab terjadinya kemacetan diantaranya disebabkan oleh jumlah kendaraan yang melebihi kapasitas jalan, kondisi jalanan yang rusak, pengguna kendaraan yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas, dan polisi lalu lintas yang tidak bekerja dengan baik dalam mengurangi kemacetan yang terjadi. Dari beberapa penyebab kemacetan di atas, terdapat sebuah solusi yang dapat langsung mengatasi penyebab kemacetan, yaitu penggunaan angkutan umum. Kemacetan menjadi penting untuk diselesaikan karena dengan berkurangnya kemacetan, maka meningkatnya angka keselamatan di jalan.

 

Kata kunci : Kemacetan, angkutan umum.

Jumlah penduduk Indonesia yang besar, diikuti dengan jumlah kepemilikan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. Jumlah ini tidak diimbangin dengan panjang jalan yang tersedia. Di Ibu Kota Jakarta, kemacetan menjadi permasalahan yang belum terselesaikan. Apa sebenarnya yang menyebabkan kemacetan belum terselesaikan sampai saat ini?

Keselamatan pengguna jalan sangat dipengaruhi oleh kemacetan yang ada. Semakin tinggi tingkat kemacetan di jalan, maka semakin tinggi pula peluang terjadinya kecelakaan, atau dengan kata lain semakin kecilnya angka keselamatan. Begitu pula sebaliknya, semakin kecil angka kemacetan, maka semakin tinggi angka keselamatan pengguna jalan. Dengan demikian, mari kita kurangi kemacetan demi meningkatnya angka keselamatan di jalan.

“Mana tukang airnya?” Demikian dialog tokoh pada salah satu iklan yang sering disaksikan oleh masyarakat. Sebuah iklan yang sangat baik karena memberikan makna yang baik, yaitu segera selesaikan permasalah yang ada, bukannya menunggu orang lain yang menyelesaikan. Ini pula yang terjadi pada masalah kemacetan yang terjadi di Indonesia. Berbagai cara sudah dicanangkan untuk mengurangi kemacetan, namun mengapa sampai saat ini kemacetan masih saja sering terjadi? Jawabannya adalah pada kesadaran masing-masing orang. Ketika setiap orang memiliki kesadaran dalam mengurangi kemacetan, maka kemacetan akan benar-benar berkurang.

Three in one, car free day, dan program-program lain sudah sangat baik, namun tidak berefek besar baik pengurangan kemacetan. Jumlah kendaraan yang pada dasarnya memang sudah melebihi panjang jalan yang tersedialah yang menjadi penyebabnya.

Masih banyak lagi penyebab-penyebab kemacetan yang dapat membahayakan pengguna jalan. “Lebih baik menyalakan lilin dari pada mengutuk kegelapan.” Demikian pepatan bijak yang menjadi bagian dari artikel ini. Artikel ini lebih akan membahas solusi atas permasalah yang terjadi, bukan menambah-nambah permasalah yang sudah ada.

Angkutan umum merupakan alat transportasi masal yang murah, mudah, cepat dan nyaman. Ketika kalimat di atas sudah benar-benar terpenuhi, maka masyarakat akan beralih menggunakan angkutan umum sebagai transportasi utama. Mengapa masyarakat sampai saat ini enggan menggunakan angkutan umum, salah satu masalah terpenting adalah masalah kenyamanan dan waktu. Angkutan umum yang ada tidak memberikan pelayanan yang baik dan sering kali menunggu penumpang dengan tidak memperhatikan penumpang yang sudah ada. Namun, inilah yang seharusnya diperbaiki demi mengurangi kemacetan yang ada.

Kemacetan terjadi karena jumlah pengendara kendaraan pribadi yang sangat besar. Jika para pengendara ini beralih menggunakan angkutan umum, maka sudah jelas kemacetan akan berkurang. Dan dengan bekurangnya kemacetan maka meningkatnya angka keselamatan di jalan. Bagaimana caranya? Mari kita bahas lebih mendalam.

Apa yang masyarakat inginkan agar mau beralih menggunakan angkutan umum. Yang pertama adalah kecepatan waktu, kedua kenyamanan, dan yang ketiga adalah biaya yang murah. Sebagai perbandingan mengapa masyarakat tidak tertarik menggunakan angkutan umum saat ini adalah karena angkutan umum saat ini justru membuat waktu penumpang terbuang, tidak nyaman karena pelayanan yang asal-asalan, dan lebih mahal dibanding menggunakan kendaraan pribadi.

Pertama, masalah kecepatan waktu. Hal ini memang sulit, karena fasilias jalan yang tersedia yang ada adalah jalan bersama antara kendaraan umum dan pribadi, antara roda dua dan roda empat atau lebih. Solusi yang paling tepat untuk masalah ini adalah dengan menyediakan jalan tersediri untuk angkutan umum, dengan demikian angkutan umum akan dapat lebih cepat samapi tujuan. Ketika masyarakat mengeluh karena jalanan yang semakin sempit, maka seharusnya masyarakat berfikir untuk beralih menggunakan angkutan umum.

Kedua, masalah kenyamanan. Kondisi armada angkutan umum yang sudah tua menjadi penyebab utama ketidaknyamanan penumpang. Yang paling berpengaruh di sini adalah para pemilik jasa angkutan umum. Aturan yang diterapkan pemerintah suda jelas tentang usia maksimal kendaraa umum, maka menjadi kewajiban pemilik armada untuk mematuhinya demi terciptanya kenyamanan bagi penumpang dalam menggunakan angkutan umum.

Ketiga dan terakhir adalah masalah biaya yang ternyata mahal. Masyarakat menginginkan biaya yang murah, karena jika dihitung-hitung biaya dengan angkutan umum dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi masih lebih murah menggunakan kendaraan pribadi. Namun, tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena yang paling harus diperhatikan adalah dua faktor sebelumnya, yaitu kecepatan waktu dan kenyamanan.

Dengan berkurangnya kemacetan, maka angkat keselamatan di jalan akan semakin meningkat. Mari bertindak untuk keselamatan jalan, dengan menggunakan angkutan umum!

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: