Belajar Stir Mobil

Ini pengalaman pribadi dalam belajar stir mobil.

Kenapa harus belajar stir mobil? Karena kebutuhan. Karena kebutuhan untuk bisa, maka harus belajar. Binggu cari tempat belajar stir mobil? UKI solusinya. Setiap lembaga kursus stir memiliki cara berbeda-beda. Mulai dari biaya, mobil yang digunakan, pelatih, hingga lamanya belajar.

Karena saya belajar di UKI, jadi tulisan ini adalah cerita tentang bagaimana saya belajar stir mobil di UKI. Pertama adalah datang untuk mengetahui bagaimana sistem pendaftaran dan sistem belajar. Di UKI, ditawarkan sistem belajar 6 pertemuan, masing-masing pertemuan 1 jam satu hari. Jam kerjanya adalah jam 7 pagi sampai jam 8 malam. Jadwal fleksibel, misalkan kita ambil jam 7pagi, maka setiap hari selama 6 hari kita belajar jam 7 pagi. Jika ada acara, maka hari bisa diganti. Sangat fleksibel dan kekluargaan. Tapi agar lebih cepat bisa, sebaiknya 6 hari berturut-turut.

Setelah tentukan jam dan hari pertama, maka kita harus bayar bisa DP dulu 50 ribu atau langsung 250 ribu. Yang jelas sebelum hari pertama belajar harus sudah lunas 250 ribu. Setelah bayar, kita dapat minuman ringga sebagai tanda selamat datang dan buku teori dasar mengemudikan mobil. Baca buku ini satu kali dan berikutnya praktek. ^_^

Hari pertama belajar stir mobil.

Salah, yang benar adalah belajar mengemudikan mobil. Karena jika hanya ingin belajar stir mobil sangat mudah, masukan gigi 1, injak gas, jalan. Berbeda dengan belajar mengemudi, butuh perasaan. Hari pertama dikenalkan dengan fungsi peralatan yang ada dimobil. Oh iya, mobil yang digunakan di UKI semuanya Xenia. Jadi tidak perlu pilih-pilih mobil. Dikenalkan dengan semua  tombol yang ada di mobil. Setelah perkenalan selesai, langsung belajar untuk maju, mundur, dan memainkan kompling (bahasa sehari-hari). Bagaimana menggunakan kompling dengan baik agar mobil tidak mati, ini pelajaran yang sangat berharga. Jika mobil bisa jalan tapi mesin sering mati sama saja bohong. Selesai belajar, ditantang untuk membawa mobil pulang sendiri, kalo saya belum berani. Oh iya, kita datang ke UKI naik motor, motor ditinggal disana, kita belajar bawa mobil sesuai tempat belajar, pulang dan pulang bawa motor lagi.

Hari kedua.

Hari kedua langsung bawa mobil dari UKI (banyumanik), jalan pelan dengan gigi satu atau dua. Rutenya adalah UKI, Mulawarman, Totem, Poltekes, RS Banyumanik, dan kembali lagi ke UKI. Dari rumah tidak yakin bisa langsung bawa sendiri, karena hari pertama baru belajar maju-mundur belum jalan di jalan raya. Tapi ternyata BISA. Yang penting berani dan sabar.

Hari ketiga.

Belajar ditanjakan. Dan tempat belajar yang dipilih adalah jalan di bukit diponegoro belakang FE undip. Disana kita belajar berhenti dan jalan ditanjakan tanpa boleh mundur. Pelajaran ini sngat penting, karena akan sangat berguna saat macet di jalan menanjak. Cukup sulit, jika belum terbiasa menggunakan kompling. Karena saat maju kompling harus dilepas pelan-pelan dan langsung tekan gas agar mobil langsung maju. Lebih baik mesin sedikit menggerung dari pada mobil mundur, itu yang saya pelajari.

Hari keempat.

Muter-muter di jalanan kecil. Masuk sebuah desa yang cukup sepi tapi dengan jalan yang kecil. Juga masuk perumahan yang tikungannya 90 derajat. Menambah pengetahuan tentang bagaimana seharusnya mengemudikan mobil, tanpa diberitahukan oleh pelatih.

Hari kelima.

Masuk jalan raya. Wah, ini yang ku tunggu. Keluar dari patung kuda menuju terminal banyumanik. Dengan kemacetan di Ada swalayan. Semua ilmu yang didapatkan selama empat hari diprktekan disini. Berhenti dilampu merah. Wah pokoknya seruu..

Hari keeman.

Belajar parkir dilapangan dengan dua tiang sebagai pembatas. Masuk denga maju dari dua arah, mundur dari dua arah pula. Keluar maju ke dua arah dan mundur ke dua arah. Menguras keringat tekan lepas kompling dan putar abis stir. Semoga saat parkir sesungguhnya tidak menyenggol. Saat belajar kemaren beberapa kali menyenggol tiang, klo besok menyenggol tembok. Hahaha…

4 Komentar »

  1. Nisha Said:

    kalau bljr mengendarai mobil di malam hari/hujan nggak ya mas? itu sama SIM juga gak? kalo m SIM jd berapa.Kebetulan saya lagi studi di Semarang.

  2. UKI Said:

    Terima kasih sudah memberi testimonial tentang kami UKI stir mobil. Untuk saran dan kritiknya bisa add di facebook kami “Uki Stir Mobil”.
    Sebelumnya kami mohon ijin utk menerbitkan testimonial anda ke facebook kami.
    Terima kasih.

  3. Ito Said:

    Terima Kasih atas infonya mas.
    Alamat lengkapnya UKI di Banyumanik dimana ya mas??
    Suwun

  4. yuanita Said:

    Ada no yg bisa dhubungi?boleh minta?


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: