PERGERAKAN MAHASISWA BERBASIS ILMU PENGETAHUAN

Mahasiswa sains berpikir politik. Sarjana-sarjana sains menjadi politikus. Sebenarnya apa yang salah pada pendidikan di kampus?

Begitulah yang terjadi di Indonesia saat ini. Sebagai contoh, lihat saja para pimpinan di kelurahan dan di kecamatan, banyak yang bergelar S.Si. atau M.Si. atau bahkan M.Sc. Sudah jelas bahwa gelar-gelar tersebut didapat setelah menempuh perkuliahan di fakultas sains atau mipa, tapi malah menjadi Bapak/Ibu Lurah!

Selama menjalani perkuliahan di kampus, wajar saja jika mahasiswa bertemu dengan organisasi-organisasi kemahasiswaan yang berdiri di kampus. Misalnya saja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa (HM), Senat Mahasiswa, dan lain-lain. Tidak ada salahnya jika mahasiswa aktif dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi mahasiswa tersebut atau bahkan terlibat sebagai panitia pelaksana kegiatan atau pengurus organisasi.

Berbeda fakultas tentunya berbeda juga bahasan yang menjadi topik yang dibahas. Mahasiswa yang kuliah di fakultas ilmu sosial dan politik sudah sewajarnya melakukan pembahasan tentang kritik kepada kinerja pemerintahan yang tidak sesuai dengan aturan. Namun, lain halnya dengan mahasiswa matematika contohnya yang tentunya berada di fakultas yang berbasis sains. Kurang tepat rasanya jika mahasiswa sains melakukan pembahasan tentang politik yang jelas bukan bidangnya. Akan lebih baik jika mereka melakukan pembahasan tentang kinerja Kementrian Pendidikan Nasional dan tetap memberikan kritik yang membangun.

Pemuda saat ini adalah pemimpin masa depan. Begitulah pergantian yang akan terjadi. Jika saat ini masih menjadi mahasiswa, maka di masa depan nanti tentunya akan menggantikan orang-orang yang saat ini menjadi pemimpin, oleh karena itu, jika saat ini mahasiswa sains sering melakukan kritik kepada para politikus, maka mereka kedepannya akan menjadi politikus, begitu juga sebaliknya jika mereka saat ini melakukan kritik kepada para pimpinan di lembaga pendidikan, maka kedepannya meraka akan menjadi pemimpin di lembaga pendidikan. Begitulah seharusnya, pergerakan mahasiswa berbasis ilmu pengetahuan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: