MAHASISWA PENGAWAS UN 2011, SOLUSI ATAU BUKAN?

“Jika rencana mahasiswa dijadikan pengawas independen saat UN 2011, maka mahasisa luar daerahlah yang berhak menjadi pengawas di daerah kampusnya untuk memperkecil peluang terjadinya kecurangan.”

 

Rencana menjadikan mahasiswa sebagai pengawas independen saat ujian nasional (UN) tahun 2010 sudah diketahui banyak masyarakat. Sebenarnya apa yang perlu diperbaiki dari sitem pendidikan di Indonesia? Apakan sistem pengawasan saat UN atau sistem UN secara keseluruhan? Selain sistem pengawasan yang akan diperbaharui, sistem penilaianpun akan diperbaharui. Terdapat rencana untuk membedakan standar kelulusan antara sekolah bertaraf rintisan nasional, nasional, dan internasional. Sungguh sangat membingungkan.

 

Mahasiswa bisa independen jika

Jika rencana ini akan direalisasikan oleh pemerintah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa disebagian besar sekolah yang ada di Indonesia menjalani UN dengan tidak jujur, dengan kata lain pengawas dari sekolah lain yang ditempatkan di sekolah-sekolah tidak memiliki independensi yang kuat, setiap sekolah bertemu untuk membahas “strategi” mensukseskan UN di sekolahnya.

 

Menjadikan mahasiswa sebagai pengawas saat UN bisa dikatakan sebuah keputusan yang baik untuk mengatasi permasalahan yang terjadi saat ini. Yang perlu diperhatikan adalah mahasiswa juga memiliki kepentingan-kepentingan yang dapat menyebabkan permasalah yang biasa terjadi saat UN tetap terjadi. Sebagai contoh seorang mahasiswa yang yang kuliah di kota X dan berdomisili asli kota X kebetulan memiliki adik yang akan menjalani UN, dan kebetulan juga menjadi pengawas di sekolah adiknya berada. Apa yang akan terjadi? Apakah mahasiswa tersebut masih bisa bersikap independen?

 

Solusinya adalah pemilihan mahasiswa yang akan menjadi pengawas saat UN harus benar-benar memperhatikan domisili asal mahasiswa yang bersangkutan. Ambil saja kota Semarang, di kota Semarang terdapat Universitas Diponegoro sebagai salah satu universitas ternama di kota Semarang. Sebagian mahasiswa yang berkuliah di kampus Undip berasal dari kota Semarang dan sekitarnya, namun juga tidak sedikit yang berasal dari luar kota Semarang atau bahkan luar pulau Jawa. Mereka yang berasal dari luar kota Semaranglah yang berhak menjadi pengawas UN, karena sudah tentu sekolah-sekolah yang akan diawasi adalah sekolah-sekolah di sekitar kota Semarang.

 

Peningkatan kerahasiaan

Jika pengawas dari mahasiswa sudah dapat dikatakan independen, timbul lagi masalah lain. Apakah sekolah-sekolah yang akan diawasi oleh mahasiswa akan tinggal diam? Untuk mensukseskan UN di sekolahnya banyak sekolah sudah menyiapkan “strategi”, salah satunya mahasiswa yang akan menjadi pengawas bisa di datangi dan diajak bernegosiasi. Hal ini bisa dicegah jika sampai dengan hari sebelum pelaksanaan sekolah benar-benar tidak tahu siapa yang akan mengawas di sekolahnya.

 

Mahasiswa cukup dilatih teknis pengawas saat UN dan cukup diberitahukan dimana akan mengawas, tidak perlu berhubungan dengan pihak sekolah agar memperkecil peluang terjadinya kecurangan.

 

Masih banyak permasalahan-permasalahan lain yang terjadi saat UN, mulai dari pengawas yang tidak benar-benar mengawas, jawaban yang dirubah oleh pihak-pihak sekolah sebelum diserahkan untuk dikumpulkan, sampai akhirnya tingkat kelulusan tinggi namun tidak sesuai dengan kemampuan siswa. Ini semua tidak bisa dipungkiri, sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat.

 

UN mendidik siswa bersikap curang

Kelulusan yang “hanya” ditentukan oleh hasil UN membuat siswa, orang tua, dan sekolah berani berbuat apa saja untuk mencapai kelulusan tersebut. Kenapa haru UN yang menjadi tolak ukur keberhasilan seorang siswa? Selama menjalankan proses pendidikan 3 tahun apa saja yang sudah didapat oleh siswa seharusnya yang menjadi tolak ukur keberhasilan.

 

Sering terjadi siswa-siswa yang memiliki kemampuan tinggi tidak lulus saat UN, hal ini terjadi bukan hanya karena mental yang sedang turun, namun karena kondisi sekitar yang membuat siswa-siswa yang terbiasa berbuat jujur merasa tidak nyaman dengan tindakan teman-temannya yang tidak jujur. Banyak siswa-siswa yang biasa-biasa saja menjadi siswa dengan nilai terbaik di sekolah bahkan di provinsi. Kenapa ini bisa terjadi? Keberuntungan? Apakan tolak ukur keberhasilan di Indonesia ditentukan oleh keberuntungan?

 

Keputusan menjadikan mahasiswa sebagai pengawas UN 2011 adalah keputusan yang baik dan segala peluang kekurang yang terjadi harus dicarikan solusinya sejak awal.

4 Komentar »

  1. nurrahman18 Said:

    bukan

    • nurrahman18 Said:

      ndak usah pake alasan panjang lebar karena masih banyak hal lain yg lbh baik dilakukan oleh mahasiswa kini yg kebanyakan cuma “bisa” nongkrong di mall, bisokop, dll😉

  2. Khamdan Said:

    terima kasih masukannya…

  3. sabam simbolon Said:

    Apalagi jika yayasan Swasta memiliki Sekolah SD,SMP,SMU/K,dan PT.,mahasiswanya/dosennya mengawasinya agar lebih ditingkatkan pengawasannya.


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: