GARUDA DI DADAKU

Ajang pertarungan sepak bola antar Negara di wilayah Asia Tenggara (AFF Suzuki Cup 2010) telah usai. Meninggalkan kebanggaan besar bagi masyarakat Indonesia, “Garuda di Dadaku” menjadi kalimat yang telah terekam hebat di dalam ingatan masyarakat.

Timnas Indonesia memang menjadi Runner-Up pada akhir turnamen ini, namun banyak masyarakat mengatakan bahwa Timnas Indonesia adalah juaranya. Bermain dengan sangat baik dari awal babak penyisihan hingga babak final, hanya sekali menelan kekalahan dari 7 (tujuh) pertandingan adalah sebuah prestasi yang membanggakan.

Garuda di dadaku tidak hanya milik warga Negara asli Indonesia, namun juga milik dua pemain naturalisasi Indonesia, Chirstian Gonzales dan Irfan Bachdim. Dua pemain yang sudah mengajarkan kepada para pemain local bahwa yan terpenting adalah menikmati setiap pertandingan yang dijalani. Bonus uang atau piala dan kebanggaan akan datang seiring permainan yang baik dan menikmatinya.

Tugas berikutnya adalah meminimalisasi politik di dalam persepakbolaan Indonesia. Koruptor di dalam tubuh PSSI harus segera di berantas. Politik pribadi yang membuat sepak bola sebagai sarana pencitraan diri harus dihilangkan. Jadikan sepak bola Indonesia bersih, bersih dari politik dan jadilah sepak bola Indonesia maju menuju Piala Dunia 2014. Saya lebih menukung Timnas Indonesia bermain di Piala Dunia dibandingkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia.

 

Khamdan Nuryanto

Jl. Banjarsari Gg. Maerasari No.8 Tembalang – Semarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: