Masih ada Allah SWT di hati setiap umat manusia.

Kematian bisa datang kapan saja, dimana saja, dan dalam bentuk apa saja.

Saat seorang remaja mengendarai motor dan melamun memikirkan kekasihnya lalu ia kecelakaan, apa yang akan ia akan katakana sebelum kematian benar-benar menghampiri dirinya? Tentu saja kekasihnya, entah namanya, entah permintaan maaf atas kesalahannya, atau yang lainnya.

Saat seorang anak-anak bermain dengan senangnya, sebuah mobil datang dengan begitu cepatnya dan menabraknya, tidak ada yang sempat ia katakana, hanya teriakan karena kaget melihat mobil yang sudah berada di depan matanya.

Saat seorang ibu mendapatkan kabar bahwa anak kesayangannya mengalami kecelakaan dan sedang dalam kondisi kritis, penyakit jantungnya kabuh dan kata terakhir yang ia ucapkan adalah “anakku”, justru si ibu yang lebih dahulu menemui ajalnya.

 

Namun tahukah kawan? Apa yang diingat oleh ketiganya?

Kita tentu tahu, untuk terakhir kalinya yang remaja, anak-anak, serta ibu itu ingat adalah Allah SWT.

Dzat yang selama hidupnya mungkin terlupakan, namun sesaat sebelum kematian menghampirinya, tiba-tiba ingatan kepada Allah SWT datang dan melintas begitu saja.

 

Bayangkan, apakah kita tidak akan mengingat Allah SWT sesaat sebelum kita meninggal.

Mari jadikan Allah SWT selalu dalam ingatan kita, sehingga apa yang kita katakana, apa yang kita lakukan senantiasa baik dan mengarap ridho-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: