Hapus Perpeloncoan !

Perpeloncoan yang menggunakan kekerasan fisik, yang memberikan sanksi berupa hukuman fisik, dan segala yang dapat menimbulkan cidera pada fisik atau bahkan hingga kematian. Hapuskan perpeloncoan seperti itu. Mahasiswa baru bukan objek yang bisa diperlakukan seenaknya.

Mahasiswa baru memiliki hak yang sama dengan mahasiswa lama (senior). Mahasiswa baru bahkan lebih memiliki potensi dibandingkan mahasiswa lama, mengingat mereka marupakan orang-orang hebat yang mampu lulus dari ujian penerimaan yang semakin tahun semakin ketat.

Sudah tidak jamannya lagi memberikan pelajar berupa pengalaman kepada mahasiswa baru dengan cara kekerasan fisik. Jika hal ini masih saja dilakukan maka akan terus berlanjut bahkan bisa menjadi bom waktu yang pada akhirnya bangsa ini akan dipimpin oleh orang-orang yang lebih menggunakan ototnya dibanding dengan otaknya. Sekarang teknologi sudah sangat maju, kemampuan nalar mahasisa baru juga sudah sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jadi, cara yang dilakukan untuk berbagi pengalaman kepada mahasiswa baru juga sudah berbeda.

Hilangkan kontak fisik dengan mahasiswa baru, gunakan perasaan agar semua yang diberikan bisa diterima dengan baik oleh mahasiswa baru. Mahasiswa baru tentu memerlukan informasi-informasi tentang dunia barunya (kampus). Hal tersebut bisa diperoleh dari orang-orang sekitarnya, seerti dosen dan mahasiswa lama tentunya. Informasi-informasi tersebut harus diberikan secara menyeluruh dan kontinu dengan membentuk sebuah system pengelolaan mahasiswa baru. System ini berisi kegiatan-kegiatan yang harus dilalui mahasiswa baru agar mengetahui segala tentang kampus dan masyarakt kampus lainnya.

Segala yang berhubungan dengan akademik tentu sudah diberikan dalam pengenalan awal tentang kampus oleh dosen atau yang lainnya. Hal lain yang juga penting untuk diketahui oleh mahasiswa baru adalah kegiatan non-akademik yang akan menunjang kemampuannya (soft skill). Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan/Program Studi, Senat Mahasiswa, Organisasi Minat dan Bakat, atau organisasi lain yang ada di dalam kampus juga harus dikenal oleh mahasiswa baru.

Apa manfaat mahasiswa baru mengenal oraganisasi intra kampus? Mahasiswa baru dapat menyalurkan bakat yang dimilikinya. Bakan untuk menjadi seorang atlet, menjadi seorang ketua, atau bakat lainnya yang pada akhirnya dapat menjadi sebuah prestasi dan mengangkat nama baik kampus itu sendiri. Jika mahasiswa baru tidak dikenalkan oleh organisasi intra kampus? Organisasi intra kampus akan mati karena tidak ada mahasiswa yang menjalankannya, mahasiswa menjadi hanya mahasiswa biasa, lulusan yang diciptakan kampus adalah mahasiswa biasa-biasa saja, dan akhirnya kampus hanya akan melahirkan pengangguran yang setiap tahun jumlahnya terus bertambah. Semua itu berawal dari pengelolaan mahasiswa barunya.

Sejak awal mahasiswa sudah harus dikelola dengan baik. Mahasiswa sudah sangat dewasa untuk memilih sesuatu yang baik untuknya. Oleh karena itu harus banyak pilihan yang diberikan, jangan diberikan batasan yang terlalu banyak, yang hanya akan membuat mahasiwa tidak memilih satupun.

Sekali lagi hapuskan perpeloncoan yang penuh dengan kekerasan fisik. “Ganti itu semua dengan pengelolaan mahasiwa baru yang tanpa paksaan, penuh kasih sayang dan penuh pelayanan. Karena sesungguhnya mahasiswa baru adalah tamu di kampus barunya, dan mahasiswa lama adalah pelayan bagi mereka”. Demikian kata.

Khamdan Nuryanto

Mahasiswa Matematika

FMIPA Universitas Diponegoro

Semarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: