Perjalanan Menuju Dunia Kampus

Satu yang ingin saya sampaikan, bahwa “apa yang kita terima adalah hasil dari kerja keras kita dihari kemarin, dan apa yang Allah SWT tetapkan kepada kita adalah yang terbaik untuk kita.”

Kurang dari 1jam lagi SNMPTN Tertulis tahun 2011 akan diumumkan. Saya jadi teringat saat-saat dulu, ketika masih berusaha untuk bisa melanjutkan pendidikan ke dunia perkuliahan.

Berbeda dengan banyak siswa lainnya yang masih belum mempersiapkan diri untuk kuliah, saya dan beberapa teman yang menetahui bahwa di ruang BK (bimbingan konseling0 sekolah kami sudah ada undangan dari beberapa perguruan tinggi negeri yang membuka jalur penerimaan melalui seleksi siswa berprestasi. Alhamdulillah, nilai saya selama SMA termasuk dalam jajaran siswa terbaik (^_^), sehingga saya memberanikan diri untuk mendaftarkan diri.

Dari berbagai perguruan tinggi yang ada, dan setelah berkonsultasi dengan orang tua, saya memutuskan untuk mendaftarkan diri di Universitas Diponegoro Semarang. Dengan berbagai pertimbangan, pertama karena lebih dekat dengan rumah Mbah di Gombong, yang kedua karena salah seorang sepupu saya juga sedang berkuliah di sana, sehingga akan memudahkan saya saat mencari kost dll. Binggung memilih jurusan… ^_^ hal yang wajar bagi saya yang saat itu belum tahu bagaimana kuliah. Konsultasi langsung dengan guru BK, saat itu dengan Bu.Woro dan Pak.Panca. dengan penjelasan yang sangat menarik, saya diberikan gambaran bagaimana nanti saat kuliah, bagaimana setelah kuliah, membuat saya semakin harus menentukan jurusan yang terbaik menurut saya, bukan jurusan terfavorit.

Teknik Geologi Undip, itu yang Bu.Woro sarankan kepada saya. Beliau bilang jurusan ini masih baru, persaingan tidak terlalu ketak dibanding yang lain, dan peluang kerja sangat terbuka lebar. Namun saya berfikir, teknik geologi… L Belajar apa nanti saya di jurusan ini… karena saya tidak terlalu suka, maka saya minta saran jurusan yang lain. Tidak disebutkan jurusan, Bu.Woro balik bertanya, kata beliau “Kamu sukanya pelajaran apa?”. Saya jawab “MATEMATIKA Bu !” langsung saja Bu.Woro bilang ya sudah, kamu ambil Matematika Undip saja. Saya pulang ke rumah dan berdiskusi dengan orang tua, dan akhirnya melalui jalur ini saya mendaftarkan diri di jurusan Matematika FMIPA Undip.

Selesai mendaftar, tinggal tunggu pengumuman mengingat jalur ini tanpa tes. Beberapa hari sebelum perpisaan sekolah di Bandung, pengumuman sudah dapat dilihat di web site Undip. Dan ternyata saya belum diterima, dari sekitar 40 orang yang diterima, hanya 1 orang yang berasal dari provinsi jawa barat, sisanya dari seluruh Indonesia, dan sebagian besar dari Jawa Tengah. Ini menunjukan bahwa siswa-siswa yang diterima adalah yang benar-benar memiliki prestasi yang sangat tinggi. Tidak putus asa, lanjutkan dengan mendaftar di SPMB Nasional.

Daftar kolektif di SMA, ambil jalur IPA maka saya berhak untuk memilih dua jurusan. Teknik Kimia Undip dan Pendidikan Matematika UNJ. Itulah pilihan saya. Saat ujian tertulis, saya yang benar-benar kurang pengalaman dengan soal-soal SMPB sangat terkejut. Soal no.1 untuk Matematika IPA saja sudah menghabiskan banyak waktu untuk saya selesaikan. Pesimis dengan hasilnya, benar saja saat pengumuman saya tidak diterima melalui jalur SNMPTN.

Disamping itu, beberapa hari setelah pengumuman PSSB Undip yang menyatakn saya tidak diterima di Matematika Undip, saya mendapatkan kiriman surat dari program ekstensi matematika Undip. Saya diterima tanpa tes di program studi ini. Tidak bangga, karena ini adalah program ekstensi yang biasanya diperuntukan bagi orang-orang yang sudah bekerja. Mencari informasi kesana-kesini tentang program ekstensi, akhirnya saya yakin bahwa program ekstensi matematika Undip berbeda. Program ini diperuntukan bagi siswa SMA, dan memiliki pelayanan, ijazah, dan lainnya dengan program reguler. Demikian penjelasaan panitia program ekstensi matematika saat saya telpon. Suara seorang Ibu-ibu, dan yang saya yakini bahwa suara tersebut adalah suara Bu.Indri ^_^ salah satu dosen saya sekarang. Beliau menjelesakan hanya terdapat dua perbedaan antara program ekstensi dengan reguler. Yaitu, biaya yang lebih mahal (tidak lebih mahal dibanding dengan UM), dan waktu kuliah yang siang-sore tidak sampai malam.

Waktu itu pukul 20.00 saat pengumuman SPMB di internet diumumkan, saya yang dinyatakan tidak diterima langsung berangkat ke Semarang dengan kereta pukul 22.00 untuk melakukan daftar ulang di program ekstensi matematika. Dan akhirnya inilah jalan saya, jalan yang terbaik yang Allah SWT tetapkan bagi saya. Saya sekarang kuliah di Matematika Undip.

Cerita ini tidak menggambarkan betapa bahagianya saya, karena rencana Allah SWT dalam membimbing saya menuju dunia perkuliahan sangatlah kompleks dan indah ^_^.

Satu yang ingin saya sampaikan, bahwa “apa yang kita terima adalah hasil dari kerja keras kita dihari kemarin, dan apa yang Allah SWT tetapkan kepada kita adalah yang terbaik untuk kita.”

1 Komentar »

  1. Muh Said Said:

    Setuju,, jadi teringat perjalanan saya waktu lulus SMA dulu walaupun saat ini perkuliahan saya kurang berjalan lancar, tapi saya yakin, ini pasti akan jadi yg terbaik, insya Allah🙂


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: