MAHASISWA KKN BUKAN “SAPI PERAH”

Diakui atau tidak, disadar atau tidak, ini adalah rahasia umum. Mahasiswa KKN dijadikan “sapi perah” di lokasi KKN. Mahasiswa KKN yang sejak awal bertujuan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, justru dimanfaatkan oleh masyarakat. Mahasiswa KKN harus mengeluarkan banyak uang untuk melaksanakan program-program yang diminta oleh masyarakat. Bukannya menjalakan program yang sesuai dengan bidang ilmu masing-masing.

Kuliah Kerja Nyata (KKN), ada yang merupakan gabungan dari beberapa program studi. Sehingga banyak hal yang bisa dilakukan di lokasi KKN sesuai dengan bidangnya masing-masing. Sejak awal KKN, mahasiswa sudah merencanakan beberapa program yang didasari oleh potensi dan kebutuhan desa serta kemampuan mahasiswa. Namun, program itu berubah ditengah jalan karena banyaknya permintaan dari masyarakat desa yang tidak bisa ditolak.

Kehadiran mahasiswa KKN terkadang dimaknai oleh masyarakat setempat sebagai “dompet berjalan”. Mahasiswa KKN dianggap orang-orang yang memiliki banyak uang dan bisa dimanfaatkan kapanpun selama kegiatan KKN berlangsung. Hal ini jelas salah besar. Karena tujuan utama mahasiswa KKN datang ke lokasi KKN adalah untuk mengabdikan diri ke masyarakat dan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama kuliah. Bukan untuk mengeluarkan banyak uang.

Sejak awal Kepada Desa dan mahasiswa KKN seharusnya sudah memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang tujuan kedatangan mahasiswa KKN di lokasi KKN. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat paham dan tidak menjadikan mahasiswa sebagai “sapi perah”. Penjelasan ini dapat dilakukan pada hari-hari pertama di lokasi KKN. Saat perkenalan dengan perangkat desa dan perwakilan masyarakat sekitar.

 Hal ini jelas harus diperhatikan oleh mahasiswa peserta KKN, karena telah muncul pemikiran pada mahasiswa yang telah melakukan KKN bahwa KKN adalah mata kuliah paling mahal diantara mata kuliah lainnya. Hal ini tidak boleh terjadi lagi. Mahasiswa KKN harus bisa mengendalikan diri untuk tidak mengeluarkan uang berlebihan dan sebagai gantinya mengeluarkan kemampuan (red:ilmu) yang dimiliki secara maksimal. Dan tetap harus ada penjelasan di hari-hari pertama KKN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: