KKN Kini dan Masa Lalu

Sejak 1971 hingga kini, sudah terjadi banyak perubahan kebijakan tentang Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tentunya kebijakan untuk membuat KKN menjadi lebih baik dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman. KKN kini lebih baik dari KKN masa lalu. Mari kita lihat perbedaan antara KKN kini dan KKN masa lalu.

Azas KKN masa lalu adalah kelembagaan, kerjasama, ilmu amaliah dan amal ilmiah, edukatif dan pengembangan. Sedangkan KKN kini memiliki azas kelembagaan, sinegistik, berbasis riset, kemitraan dan keberlanjutan. Mahasiswa kini tidak hanya melaksanakan KKN secara satu arah dan dalam waktu yang singkat. Mahasiswa dituntut untuk bekerjasama dengan masyarakat dan melakukan kegiatan yang berkelanjutan walaupun waktu pelaksanaan KKN telah selesai.

Masyarakat sasaran KKN kini adalah masyarakat yang produktif dan konsumtif, serta melibatkan internal dan eksternal kampus. Sedangkan KKN mas lalu hanya memiliki sasaran masyarakat yang konsumtif, dan hanya melibatkan eksternal kampus atau masyarakat. Mahasiswa dituntut untuk tidak hanya mengabdikan diri kepada masyarakat yang bersifat konsumtif, tetapi mahasiswa kini dituntut untuk membantu mengembangkan masyarakat yang sudah memiliki sifat produktif.

KKN masa lalu memiliki pola aktivitas berupa pendidikan, penyuluhan dan pembimbingan. Sedangkan pola aktivitas kini adalah problem solving, enterpreneurship, dan sharing antara masyarakat dengan pemerintah. Kini mahasiswa tidak sekedar memberikan pengetahuan kepada masyarakat, namun juga diwajibkan untuk membantu membantu secara langsung permasalahan-permasalaha  yang ada dimasyarakat. Baik dengan cara berwirausaha maupun dengan mendatangkan tokoh penting pemerintahan yang nantinya permasalahan yang ada dimasyarakat akan diselesaikan oleh pemerintah.

Pendanaa KKN masa lalu mendapatkan pendanaan dari Dikti dan swadaya mahasiswa, sedangkan kini dana diperoleh dari swadaya mahasiswa dan kerjasama dengan masyarakat sekitar atau perusahaan-perusahaan terkait. Mahasiswa dituntut untuk bisa mengajak perusahaan-perusahaan dalam mensukseskan KKN yang sedang mereka laksanakan. Perusahaan bisa membantu dalam bentuk bantuan dana.

Pola pemantauan KKN kini sudah terstruktur dan toatal, terukur, dan memiliki basis pengembangan. Berbeda dengan KKN masa lalu yang hanya menggunakan sampel, hanya saat proses pelaksanaan, dan tidak terukur. Kini seluruh pelaksanaan KKN menjadi point penilaian, mulai dari pembekalan hingga ujian akhir KKN. Proses pemantauan di lokasi KKN dilaukan oleh Dosen pembimbing lapangan. Dan dari seluruh hasil evaluasi akan digunakan untuk perbaikan KKN berikutnya.

Dampak KKN masa lalu hanya dirasakan oleh masyarakat sekitar. Sedangkan dampat KKN kini bisa dirasakan oleh masyarakat nasional bahkan internasional. Pelaksanaan KKN disuatu provinsi bisa menjadi inspirasi bagi provinsi lainnya, bahkan pelaksanaan KKN bisa mendapatkan bantuan pendanaan dari pihak internasioal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: